Kamis, 17 November 2016

Inspirasi Cinta



QW TUNGGU DI PINTU SYURGA

Gadis berusia 20 tahun itu menangis di kamar merenungi nasibnya, ia dipaksa dengan seseorang yang belum dia kenal dan ia takpernah tau siapa “AZIZ” itu ?  didalam hatinya hanya ada seseorang yang namanya terLukis indah nan penuh Pesonah, hanya dirinya dan Allah lah yang tau, walau ia takpernah tau dengan paras wajah aslinya.
ABRORI cowok yang di cintainya, ia merasa ada getaran yang sangat dahsyat dalam hatinya dikala mendengar nama Abrori di sebut, “ABRORI... ooohhh Abrori Sipakah dikau ? mengapa namamu bisa membuat hati ini selalu tak tenang saat mendengar nama mu ? Siapakah gerangan kiranya dirimu ? ” pertanyaan itu selalu timbul dihatinya. Begitu dahsyatnya kekuatan CINTA mendengar namanya saja sudah jatuh hati.
“Indah...” terdngar dari pintu belakang seseorang yang sedang memanggil dirinya, indah bergegas menghapus air matanya lalu merapikan letak kerudungnya, dia bergegas membuka pintu... “Ia Kak...” sahutnya. Hasan kakak-nya tersenyum manis. “Ikut kakak yuk...” “Kemana..?” “Ulang tahun temen kakak, tapi kakak ga’ punya temen, ikut yach...?” ajak Hasan penuh Harap. Indah berfikir sejenak lalu mengangguk. “Indah ganti baju dulu ya kak...!!!” Hasan mengangguk, Indah segera ganti baju, ia memakai gamis warnah biru, sama persis dengan kerudung-nya, sebelum ia keluar, ia menatap kecermin dan tersenyum manis lalu ia mengambil tas-nya dan segera pergi. “Kak !!! kita berangkat...?” hasan mengangguk, lalu pergi ketujuan tempat temannya yang lagi ulang tahun.
Pestanya tak terlalu mewah, hanya dihadiri segenap keluarga, famili, dan teman dekatnya saja. Hasan membawah adiknya keruang pesta, “Assalamu’alaikum...” “Wa’alaikumsalam Hasan...” mereka berpelukan sejenak untuk melepas rindu. “oh iya Indah... kenalkan namanya adalah “... Mohammad Abrori Al-Azizi” sahut Abrori sambil tangan-nya diletakan di dada. “Degg” hati Indah berdesir, ada getaran aneh yang ia rasakan, hatinya terasa sejuk seakan ada setetes embun yang telah menyentuh hatinya. “Ya Allah... apakah ini Cinta ? atau hanya sebatas kagum ? hanya engkau yang tahu. Robby... berilah aku jalan dan petunjukmu terhadap diriku ini yang selalu dalam kebingungan ”.
“Indah...” panggil kakak-nya membuat ia kaget. “Ia kak” “Kita pulang... udah malam ni”. Indah gak nyangka kalo ia sudah terlalu lama merenung sampai ia gak sadar sudah waktunya pulang. “Ayo Indah...”. Hasan menarik tangan-nya dan pergi meninggalkan pesta itu.
“Apa yang kau fikirkan indah...?” tanya Hasan ditengah perjalanan pulang. Indah diam seribu kata. “Aku tahu... mungkin kamu terpesona dengan pandangan pertama ya... atau munkin kamu tak mau dijodohkan dengan Aziz ?” “Aku gak pernah memikirkan itu kak... sekarang aku lagi sibuk, dan banyak tugas di kampus”. Kata Indah dengan suara lirih. Gak mungkin dia bilang kalo dia kagum ma Abrori dan tak mau dijodohkan dengan dengan Aziz ... biarlah waktu yang menjawab akan hal itu semua. “ooohhhh... gitu ya....”. hasan mengangguk kecil.

 Matahari mulai menampa’kan sinar-nya, bunga-bunga di taman mulai bermekaran, burung-burung mulai berkicau dengan sangat indah... walaupun pagi ini sangatlah indah akan tetapi tak seindah hati INDAH yang telah terluka... Besok lusa dia akan di tunangkan dengan seseorang yang namanya “AZIZ”. Sedangkan dihati-nya tertulis nama “ABRORI” seorang. Indah hanya murung di kamar, enggan mau bicara dengan siapa-pun walau dengan kakak-nya sendiri “Ya Robby..., tolong aku, semakin hari aku semakin memikirkan Abrori, apa yang harus aku lakukan...? tolong aku, hanya engkau yang bisa menolong ku dan engkaulah maha penolong...”.
Malam-nya Indah jatuh sakit, dokter telah memriksanya. Menurut dokter Indah hanyalah sakit demam biasa, tapi yang sebenar-nya Indah sakit karena CINTA, cinta-nya kepada Abrori dan ia sangat rindu sekali padanya. Hasan dan orang tua-nya mulai gelisah, tak ada satu-pun dokter yang bisa menyembuhkan Indah. Hasan menemukan sebuah surat untuk ummi-nya dari indah. Ummi-nya segera membuka dan membaca isi surat itu.
 













Ummi pun menangis dan Hasan membaca surat itu. “Hasan... apa yang harus kita lakukan?” tanya ummi, lalu hasan mendekap ummi-nya. “Tenang ummy... Allah pasti memberikan jalan keluar bagi hambanya yang bersabar... ” kata hasan mencoba menenangkan ummi-nya.
Jam 02:00 dini hari, indah terbangun. Ia langsung menuju meja belajarnya dan mengambil kertas warna untuk menulis surat, setelah semuanya selesai ia langsung pergi dan meninggalkan sepucuk surat itu di meja belajar-nya untuk kakak dan seseorang. “Maaf.kan aku Ummy, Aby, Kak Hasan, jika aku tidak bisa mendapatkan cintanya Abrori, aku akan mencari cinta yang sejati dan abadi...”. Indah lalu pergi maninggalkan rumah-nya.  
Ke esokan harinya ada berita kecelakaan yang mana korban tabrak lari itu adalah Indah, semua keluarga menangis karena tak menyangka anak gadis-nya meninggalkan mereka secepat itu. “Ummy... Indah meninggal karena mencari Cinta Allah, dia anak baik Ummy, putri yang soleha, mati dengan membawa iman dan islam, ikhlaskanlah Ummy...”. “Kamu benar Hasan, semoga adikmu diterima disisi Allah...”. “Amin...”.
---------- *** ----------
1 Tahun Kemudian
Hasan menjemput sahabat karib-nya yang baru datang dari messir, kairo. Dia bernama Mohammad Abrori Al-Azizi. Abrori memeluk sahabat-nya dengan erat. “Hasan... mana calon istriku...?” tanya Abrori menatap Hasan. Hasan diam tak tau harus bilang apa?. “Hasan...?” panggil Abrori sambil mamegang pundak Hasan. “Abrori... adikku Indah telah meninggal satu tahun yang lalu...”. “APA ?” respon Abrori tidak percaya. “kenapa kamu baru bilang sekarang...?” “Abrori... adikku salah faham, diakira Aziz itu orang lain, bukan kamu. Awal-nya dia jatuh sakit dan.....”. “dan apa Hasan...? jelaskan pada ku...”. Hasan terdiam sejenak. “Dia pergi dan meninggal karena kecelakaan”. “Innalillah wainnailaihi rojiun...” Abrori menutup wajah-nya. Hancur sudah harapan-nya. “Maaf.kan aku Abrori... aku tak memberitaumu karna aku takut mengganggu pelajaran mu, tapi... dia meninggalkan surat terahir untuk mu”. Lalu Hasan menyerahkan surat itu pada-nya. “Akan ku antarkan kau kemakam adik ku...”. Abrori pun mengangguk.
Setelah pulang dari makam, Abrori langsung membaca surat itu di kamar-nya.
 
Setelah membaca surat itu tak terasa air mata menglir dari wajah Abrori. Diapun berdo’a “Ya Robby... sekalipun Indah tak bisa ku jadikan istri di dunia, jadikanlah dia istri ku di akhirat kelak nanti Amin... ”.

Cerpen ini saya tulis karena terInspirasi dari sahabat saya.
Dan Cerpen ini hanyalah sekedar fiktif dan himpunan dari beberapa pemikiran yang datang.nya entah dari mana.....
Penulis berharap, semoga pembaca senang dengan hadirnya Cerpen yang hanya sekedar iseng-isengan ini, dan tak lupa kritik dan saran dari para pembaca akan saya terima... demi kemajuan daya fikir saya kedepannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar