QW
TUNGGU DI PINTU SYURGA
Gadis berusia 20 tahun itu
menangis di kamar merenungi nasibnya, ia dipaksa dengan seseorang yang belum
dia kenal dan ia takpernah tau siapa “AZIZ” itu ? didalam hatinya hanya ada seseorang yang
namanya terLukis indah nan penuh Pesonah, hanya dirinya dan Allah lah yang tau,
walau ia takpernah tau dengan paras wajah aslinya.
ABRORI cowok yang di
cintainya, ia merasa ada getaran yang sangat dahsyat dalam hatinya dikala
mendengar nama Abrori di sebut, “ABRORI... ooohhh Abrori Sipakah dikau ?
mengapa namamu bisa membuat hati ini selalu tak tenang saat mendengar nama mu ?
Siapakah gerangan kiranya dirimu ? ” pertanyaan itu selalu timbul dihatinya.
Begitu dahsyatnya kekuatan CINTA mendengar namanya saja sudah jatuh hati.
“Indah...” terdngar dari
pintu belakang seseorang yang sedang memanggil dirinya, indah bergegas
menghapus air matanya lalu merapikan letak kerudungnya, dia bergegas membuka
pintu... “Ia Kak...” sahutnya. Hasan kakak-nya tersenyum manis. “Ikut kakak
yuk...” “Kemana..?” “Ulang tahun temen kakak, tapi kakak ga’ punya temen, ikut
yach...?” ajak Hasan penuh Harap. Indah berfikir sejenak lalu mengangguk.
“Indah ganti baju dulu ya kak...!!!” Hasan mengangguk, Indah segera ganti baju,
ia memakai gamis warnah biru, sama persis dengan kerudung-nya, sebelum ia
keluar, ia menatap kecermin dan tersenyum manis lalu ia mengambil tas-nya dan
segera pergi. “Kak !!! kita berangkat...?” hasan mengangguk, lalu pergi ketujuan
tempat temannya yang lagi ulang tahun.
Pestanya tak terlalu mewah,
hanya dihadiri segenap keluarga, famili, dan teman dekatnya saja. Hasan
membawah adiknya keruang pesta, “Assalamu’alaikum...” “Wa’alaikumsalam
Hasan...” mereka berpelukan sejenak untuk melepas rindu. “oh iya Indah...
kenalkan namanya adalah “... Mohammad Abrori Al-Azizi” sahut Abrori sambil tangan-nya
diletakan di dada. “Degg” hati Indah berdesir, ada getaran aneh yang ia
rasakan, hatinya terasa sejuk seakan ada setetes embun yang telah menyentuh
hatinya. “Ya Allah... apakah ini Cinta ? atau hanya sebatas kagum ? hanya
engkau yang tahu. Robby... berilah aku jalan dan petunjukmu terhadap diriku ini
yang selalu dalam kebingungan ”.
“Indah...” panggil kakak-nya
membuat ia kaget. “Ia kak” “Kita pulang... udah malam ni”. Indah gak nyangka
kalo ia sudah terlalu lama merenung sampai ia gak sadar sudah waktunya pulang.
“Ayo Indah...”. Hasan menarik tangan-nya dan pergi meninggalkan pesta itu.
“Apa yang kau fikirkan
indah...?” tanya Hasan ditengah perjalanan pulang. Indah diam seribu kata. “Aku
tahu... mungkin kamu terpesona dengan pandangan pertama ya... atau munkin kamu
tak mau dijodohkan dengan Aziz ?” “Aku gak pernah memikirkan itu kak...
sekarang aku lagi sibuk, dan banyak tugas di kampus”. Kata Indah dengan suara
lirih. Gak mungkin dia bilang kalo dia kagum ma Abrori dan tak mau dijodohkan
dengan dengan Aziz ... biarlah waktu yang menjawab akan hal itu semua.
“ooohhhh... gitu ya....”. hasan mengangguk kecil.
Matahari mulai menampa’kan sinar-nya,
bunga-bunga di taman mulai bermekaran, burung-burung mulai berkicau dengan
sangat indah... walaupun pagi ini sangatlah indah akan tetapi tak seindah hati
INDAH yang telah terluka... Besok lusa dia akan di tunangkan dengan seseorang
yang namanya “AZIZ”. Sedangkan dihati-nya tertulis nama “ABRORI” seorang. Indah
hanya murung di kamar, enggan mau bicara dengan siapa-pun walau dengan
kakak-nya sendiri “Ya Robby..., tolong aku, semakin hari aku semakin memikirkan
Abrori, apa yang harus aku lakukan...? tolong aku, hanya engkau yang bisa
menolong ku dan engkaulah maha penolong...”.
Malam-nya Indah jatuh sakit,
dokter telah memriksanya. Menurut dokter Indah hanyalah sakit demam biasa, tapi
yang sebenar-nya Indah sakit karena CINTA, cinta-nya kepada Abrori dan ia
sangat rindu sekali padanya. Hasan dan orang tua-nya mulai gelisah, tak ada
satu-pun dokter yang bisa menyembuhkan Indah. Hasan menemukan sebuah surat
untuk ummi-nya dari indah. Ummi-nya segera membuka dan membaca isi surat itu.
Ummi pun menangis dan Hasan
membaca surat itu. “Hasan... apa yang harus kita lakukan?” tanya ummi, lalu
hasan mendekap ummi-nya. “Tenang ummy... Allah pasti memberikan jalan keluar
bagi hambanya yang bersabar... ” kata hasan mencoba menenangkan ummi-nya.
Jam 02:00 dini hari, indah
terbangun. Ia langsung menuju meja belajarnya dan mengambil kertas warna untuk
menulis surat, setelah semuanya selesai ia langsung pergi dan meninggalkan
sepucuk surat itu di meja belajar-nya untuk kakak dan seseorang. “Maaf.kan aku
Ummy, Aby, Kak Hasan, jika aku tidak bisa mendapatkan cintanya Abrori, aku akan
mencari cinta yang sejati dan abadi...”. Indah lalu pergi maninggalkan
rumah-nya.
Ke esokan harinya ada berita
kecelakaan yang mana korban tabrak lari itu adalah Indah, semua keluarga
menangis karena tak menyangka anak gadis-nya meninggalkan mereka secepat itu.
“Ummy... Indah meninggal karena mencari Cinta Allah, dia anak baik Ummy, putri
yang soleha, mati dengan membawa iman dan islam, ikhlaskanlah Ummy...”. “Kamu
benar Hasan, semoga adikmu diterima disisi Allah...”. “Amin...”.
----------
*** ----------
1 Tahun Kemudian
Hasan menjemput sahabat
karib-nya yang baru datang dari messir, kairo. Dia bernama Mohammad Abrori
Al-Azizi. Abrori memeluk sahabat-nya dengan erat. “Hasan... mana calon
istriku...?” tanya Abrori menatap Hasan. Hasan diam tak tau harus bilang apa?.
“Hasan...?” panggil Abrori sambil mamegang pundak Hasan. “Abrori... adikku
Indah telah meninggal satu tahun yang lalu...”. “APA ?” respon Abrori tidak
percaya. “kenapa kamu baru bilang sekarang...?” “Abrori... adikku salah faham,
diakira Aziz itu orang lain, bukan kamu. Awal-nya dia jatuh sakit dan.....”.
“dan apa Hasan...? jelaskan pada ku...”. Hasan terdiam sejenak. “Dia pergi dan
meninggal karena kecelakaan”. “Innalillah wainnailaihi rojiun...” Abrori
menutup wajah-nya. Hancur sudah harapan-nya. “Maaf.kan aku Abrori... aku tak
memberitaumu karna aku takut mengganggu pelajaran mu, tapi... dia meninggalkan
surat terahir untuk mu”. Lalu Hasan menyerahkan surat itu pada-nya. “Akan ku
antarkan kau kemakam adik ku...”. Abrori pun mengangguk.
Setelah pulang dari makam,
Abrori langsung membaca surat itu di kamar-nya.
Setelah membaca surat itu
tak terasa air mata menglir dari wajah Abrori. Diapun berdo’a “Ya Robby...
sekalipun Indah tak bisa ku jadikan istri di dunia, jadikanlah dia istri ku di
akhirat kelak nanti Amin... ”.
Cerpen
ini saya tulis karena terInspirasi dari sahabat saya.
Dan
Cerpen ini hanyalah sekedar fiktif dan himpunan dari beberapa pemikiran yang
datang.nya entah dari mana.....
Penulis
berharap, semoga pembaca senang dengan hadirnya Cerpen yang hanya sekedar
iseng-isengan ini, dan tak lupa kritik dan saran dari para pembaca akan saya
terima... demi kemajuan daya fikir saya kedepannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar